,

Penyimpanan Alat setelah kalibrasi

Banyak laboratorium sudah melakukan kalibrasi alat ukur suhu secara rutin, tetapi justru kehilangan akurasi karena kesalahan dalam penyimpanan alat setelah kalibrasi. Padahal, kalibrasi bertujuan memastikan bahwa alat memiliki keandalan dan ketertelusuran yang tepat ke standar nasional atau internasional.

Jika penyimpanan alat dilakukan dengan cara yang salah, hasil kalibrasi menjadi tidak valid dan akurasi alat pun dapat menurun jauh sebelum masa kalibrasi berikutnya tiba. Artikel ini membahas secara detail bagaimana cara menyimpan alat ukur suhu dengan benar setelah kalibrasi, serta kesalahan umum yang perlu dihindari.

  1. Mengapa Penyimpanan Setelah Kalibrasi Itu Penting?

Setelah dikalibrasi, alat ukur suhu seperti termometer digital, termokopel, RTD, atau dry block calibrator memiliki nilai referensi baru yang terverifikasi. Namun nilai tersebut bisa berubah jika alat terpapar kondisi ekstrem atau disimpan secara tidak tepat.

Beberapa alasan pentingnya penyimpanan yang benar:

  • Mencegah drift (pergeseran hasil ukur) akibat suhu ekstrem atau kelembaban tinggi.
  • Menjaga stabilitas komponen elektronik dan sensor suhu.
  • Memastikan hasil kalibrasi tetap valid hingga periode kalibrasi berikutnya.
  • Menghindari korosi atau kerusakan fisik pada bagian probe atau sensor.
  1. Kesalahan Umum Saat Menyimpan Alat Setelah Kalibrasi

Berikut kesalahan yang paling sering terjadi di laboratorium:

🔴 a. Menyimpan di Tempat Panas atau Langsung Terpapar Sinar Matahari

Suhu tinggi dapat menyebabkan komponen sensor mengalami ekspansi atau perubahan resistansi, sehingga hasil pengukuran berubah dari standar kalibrasi.

Solusi:
Simpan alat di ruang dengan suhu stabil antara 20–25°C, jauh dari sumber panas seperti oven, lampu halogen, atau sinar matahari langsung.

🔴 b. Tidak Menjaga Kelembaban Ruangan

Kelembaban tinggi dapat menyebabkan korosi pada sensor logam atau kondensasi air pada komponen elektronik.

Solusi:
Gunakan ruangan ber-AC atau dehumidifier untuk menjaga kelembaban di bawah 60% RH (Relative Humidity).
Jika perlu, tambahkan silica gel di lemari penyimpanan alat.

🔴 c. Menyimpan Alat Tanpa Pelindung atau Kotak Kalibrasi

Beberapa alat seperti termokopel atau RTD memiliki ujung sensor yang sensitif terhadap benturan atau debu.
Tanpa pelindung, bagian sensor dapat bengkok, kotor, atau tergores.

Solusi:
Gunakan kotak pelindung asli (original case) atau kotak kalibrasi berlapis busa anti-statis.
Pastikan alat disusun secara vertikal atau miring lembut untuk menghindari tekanan fisik.

🔴 d. Mencampur Alat yang Sudah dan Belum Dikalibrasi

Kesalahan administrasi ini bisa fatal, karena alat yang belum dikalibrasi mungkin digunakan untuk pekerjaan presisi tinggi tanpa disadari.

Solusi:
Beri label status kalibrasi pada setiap alat dengan keterangan:

  • “✅ Sudah Dikalibrasi” (sertifikat masih berlaku)
  • “⚠️ Perlu Kalibrasi Ulang”
  • “❌ Tidak Layak Digunakan”

Gunakan rak atau lemari khusus untuk memisahkan alat berdasarkan status kalibrasinya.

🔴 e. Tidak Mencatat Kondisi Penyimpanan

Kondisi suhu dan kelembaban ruangan penyimpanan harus tercatat secara berkala.
Tanpa pemantauan, alat mungkin terpapar kondisi ekstrem tanpa diketahui.

Solusi:
Gunakan data logger suhu & kelembaban untuk mencatat kondisi penyimpanan.
Simpan hasil pencatatan sebagai bagian dari rekaman mutu laboratorium (quality record).

  1. Panduan Ideal Menyimpan Alat Ukur Suhu Setelah Kalibrasi
Aspek Standar Rekomendasi
Suhu Ruangan 20°C ± 3°C
Kelembaban Relatif (RH) < 60%
Ventilasi Lancar, bebas debu
Penyinaran Tidak langsung terkena sinar matahari
Posisi Alat Diletakkan stabil, tidak menekan sensor
Pelindung Alat Gunakan case atau wadah busa anti-statis
Label Kalibrasi Harus jelas dan mudah dibaca
Monitoring Gunakan termohigrometer dengan rekaman data
  1. Rekomendasi Praktis untuk Laboratorium
  • Pastikan area penyimpanan memiliki AC untuk menjaga stabilitas suhu.
  • Gunakan lemari logam tertutup untuk alat sensitif.
  • Lakukan pemeriksaan fisik dan label alat setiap 3 bulan.
  • Simpan salinan sertifikat kalibrasi di dekat alat untuk verifikasi cepat.
  • Pastikan setiap alat memiliki logbook peminjaman & penggunaan.

Kesalahan kecil dalam penyimpanan dapat menyebabkan hasil kalibrasi kehilangan validitas dan menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap laboratorium. Dengan menjaga suhu, kelembaban, posisi, serta dokumentasi penyimpanan, maka hasil kalibrasi akan tetap stabil, andal, dan dapat ditelusuri (traceable) hingga waktu kalibrasi berikutnya.

Penyimpanan bukan hanya soal “menaruh alat di tempat aman”, melainkan bagian dari sistem kendali mutu laboratorium yang menjamin setiap hasil pengukuran tetap akurat dan terpercaya.

Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.
Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply