,

Langkah – langkah Proses Kalibrasi

Proses kalibrasi adalah serangkaian langkah yang terstruktur dan terdokumentasi untuk memastikan alat ukur berfungsi dengan akurat dan sesuai standar. Berikut adalah penjelasan detail mengenai langkah-langkah kalibrasi, mulai dari penerimaan alat hingga penerbitan sertifikat.

1. Penerimaan Alat dan Verifikasi Awal

Tahap ini adalah titik awal kalibrasi di laboratorium. Prosesnya memastikan bahwa alat siap untuk dikalibrasi dan semua informasi yang diperlukan sudah lengkap.

  • Penerimaan dan Pendaftaran: Alat ukur yang akan dikalibrasi diterima dari pelanggan. Setiap alat dicatat dalam sistem dengan informasi lengkap seperti nama alat, tipe, nomor seri, identitas pelanggan, dan tanggal penerimaan.
  • Verifikasi Fisik: Teknisi melakukan pemeriksaan visual awal untuk memastikan kondisi fisik alat. Ini termasuk memeriksa adanya kerusakan, kelengkapan aksesoris, dan kondisi lingkungan yang sesuai. Jika ada kerusakan, pelanggan akan dihubungi untuk konfirmasi perbaikan atau pembatalan kalibrasi.
  • Penjelasan Prosedur: Tim kalibrasi menjelaskan prosedur kalibrasi kepada pelanggan, termasuk estimasi waktu pengerjaan dan biaya.
  • Penetapan Metode: Sesuai dengan standar, teknisi memilih metode kalibrasi yang paling sesuai untuk jenis alat dan spesifikasi yang diminta pelanggan. Metode ini harus mengacu pada standar internasional atau nasional yang berlaku, seperti ISO, ASTM, atau SNI.

 2. Persiapan Kalibrasi

Setelah alat diverifikasi, tahap ini fokus pada penyiapan lingkungan dan personel yang akan melakukan kalibrasi.

  • Kondisi Lingkungan: Alat ukur ditempatkan di ruang kalibrasi yang telah dikondisikan sesuai standar yang ditentukan, biasanya dengan suhu dan kelembapan yang terkontrol. Alat dibiarkan beradaptasi (soaking) dengan lingkungan tersebut selama waktu yang cukup.
  • Persiapan Standar Kalibrasi: Standar acuan yang akan digunakan juga disiapkan. Standar ini harus memiliki akurasi yang lebih tinggi dari alat yang dikalibrasi dan memiliki sertifikat kalibrasi yang valid.
  • Penyiapan Prosedur: Teknisi memastikan semua prosedur dan formulir data kalibrasi sudah siap. Alat dan standar acuan dipasang dan dihubungkan sesuai instruksi.

3. Proses Kalibrasi (Pengukuran)

Ini adalah inti dari proses, di mana pengukuran sebenarnya dilakukan.

  • Pengamatan Awal : Pengukuran pertama dilakukan untuk mengetahui kondisi alat ukur sebelum penyesuaian apa pun. Hasil pengukuran ini dicatat sebagai kondisi “sebelum kalibrasi”.
  • Penyesuaian (Jika Diperlukan): Jika hasil pengamatan awal menunjukkan penyimpangan yang signifikan, teknisi melakukan penyesuaian pada alat (adjustment) untuk mengembalikan akurasinya sesuai standar. Proses penyesuaian ini harus dilakukan dengan hati-hati dan didokumentasikan.
  • Pengamatan Akhir : Setelah penyesuaian, pengukuran dilakukan kembali. Hasil ini disebut kondisi “setelah kalibrasi” dan menjadi dasar untuk menentukan akurasi akhir alat.
  • Perhitungan Ketidakpastian Pengukuran: Teknisi melakukan perhitungan yang ketat untuk menentukan ketidakpastian pengukuran. Ini adalah rentang nilai yang mungkin dari hasil pengukuran, dan merupakan bagian penting dari sertifikat kalibrasi.

4. Analisis Data dan Penerbitan Sertifikat

Setelah semua pengukuran selesai, tahap ini fokus pada analisis hasil dan dokumentasi resmi.

  • Analisis Data: Semua data yang terkumpul dari pengamatan awal dan akhir dianalisis. Teknisi membuat laporan tentang seberapa jauh alat menyimpang dari standar, baik sebelum maupun setelah kalibrasi.
  • Penulisan Sertifikat: Data yang telah dianalisis kemudian dimasukkan ke dalam sertifikat kalibrasi. Sertifikat ini adalah dokumen resmi yang harus memuat informasi lengkap, antara lain:
    • Judul
    • Nama dan Alamat laboratorium
    • Nama dan Alamat pelanggan
    • Lokasi kegiatan
    • Identifikasi unik dari laporan misalnya nomor sertifikat dan nomor halaman dari halaman keseluruhan laporan
    • Identitas alat yang dikalibrasi (nama, tipe, nomor seri)
    • Data hasil kalibrasi dengan satuannya
    • Identitas metode yang digunakan
    • Tanggal penerimaan barang yang dikalibrasi
    • Tanggal pelaksanaan kegiatan laboratorium
    • Tanggal penerbitan laporan
    • Kondisi lingkungan saat kalibrasi
    • Hasil estimasi ketidakpastian pengukuran yang diperluas
    • Bukti ketertelusuran pengukuran
    • Identitas personel yang mengesahkan laporan
    • Identitas yang jelas jika hasil berasal dari penyedia eksternal
  • Verifikasi dan Persetujuan: Sertifikat kalibrasi ditinjau oleh manajer teknis atau personel yang berwenang untuk memastikan semua data akurat dan sesuai dengan standar. Setelah disetujui, sertifikat ditandatangani.

5. Penyerahan dan Arsip

Tahap terakhir ini memastikan sertifikat sampai ke pelanggan dan semua data tersimpan dengan aman.

  • Pemberian Label: Alat yang telah dikalibrasi diberi label stiker kalibrasi yang menunjukkan status kalibrasi.
  • Pengemasan dan Penyerahan: Alat dikemas dengan hati-hati dan diserahkan kembali kepada pelanggan bersama dengan sertifikat kalibrasi.
  • Penyimpanan Arsip: Salinan digital dan/atau fisik dari sertifikat kalibrasi dan data pendukungnya diarsipkan oleh laboratorium sesuai dengan periode retensi yang telah ditetapkan, sesuai dengan persyaratan standar ISO 17025.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang detail dan sistematis ini, laboratorium kalibrasi dapat menjamin bahwa setiap alat yang dikalibrasi memiliki akurasi dan keandalan yang terjamin, memberikan keyakinan bagi pengguna alat.

 

Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.
Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply