,

Sertifikat Kalibrasi

Membaca sertifikat kalibrasi adalah keterampilan penting untuk memastikan akurasi alat ukur Anda. Sebuah sertifikat yang valid dan terakreditasi, seperti yang dikeluarkan oleh laboratorium yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), akan memuat informasi esensial yang harus Anda pahami. Berikut adalah cara membaca sertifikat kalibrasi secara detail.

Bagian 1: Identitas dan Informasi Umum

Bagian ini memastikan sertifikat tersebut sah dan terverifikasi.

  • Nomor Sertifikat (Certificate Number): Ini adalah nomor unik yang digunakan untuk melacak dan mengarsipkan sertifikat. Penting untuk identifikasi.
  • Identitas Laboratorium Kalibrasi: Mencantumkan nama, alamat, dan nomor akreditasi laboratorium. Pastikan nomor akreditasi ini valid dan masih berlaku.
  • Identitas Pelanggan (Customer): Nama dan alamat perusahaan atau individu yang memiliki alat.
  • Identitas Alat yang Dikalibrasi (Instrument Under Calibration): Menjelaskan nama alat, pabrikan (manufacturer), model, dan nomor seri (serial number). Ini memastikan sertifikat sesuai dengan alat yang Anda miliki.

Bagian 2: Kondisi Kalibrasi dan Metode

Bagian ini menjelaskan kondisi di mana kalibrasi dilakukan, yang sangat memengaruhi hasil.

  • Tanggal Kalibrasi (Date of Calibration): Tanggal kalibrasi alat dilakukan.
  • Tanggal Terbit Sertifikat (Date of Issue): Tanggal sertifikat ini diterbitkan.
  • Kondisi Lingkungan (Environmental Conditions): Mencantumkan suhu dan kelembapan saat kalibrasi. Ini krusial karena beberapa alat sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan.
  • Metode Kalibrasi (Calibration Method): Merujuk pada standar atau prosedur yang digunakan.
  • Peralatan Standar (Reference Standards): Mencantumkan alat standar yang digunakan sebagai acuan. Setiap standar ini harus memiliki sertifikat kalibrasi yang valid dengan ketertelusuran ke standar nasional atau internasional.

Bagian 3: Hasil Kalibrasi

Ini adalah bagian paling penting, yang menunjukkan performa alat.

  • Tabel Hasil Pengukuran (Measurement Results): Biasanya dalam bentuk tabel yang memuat beberapa kolom:
    • Nilai Nominal / Nilai Standar (Nominal Value / Standard Value): Nilai acuan yang seharusnya ditunjukkan oleh alat.
    • Nilai Penunjukan Alat (Indicated Value): Nilai yang sebenarnya terbaca pada alat Anda.
    • Koreksi (Correction): Selisih antara nilai standar dan penunjukkan alat. Rumusnya: Koreksi = Nilai Standar – Nilai Penunjukkan
    • Ketidakpastian Pengukuran (Measurement Uncertainty): Ini adalah rentang nilai yang mungkin dari hasil pengukuran, yang mencerminkan kualitas kalibrasi itu sendiri. Semakin kecil nilainya, semakin baik.

Bagian 4: Kesimpulan dan Otorisasi

  • Kesimpulan: Ringkasan singkat tentang hasil kalibrasi.
    • Pastikan lembaga kalibrasi terakreditasi resmi.
    • Cocokkan identitas alat dengan milik Anda.
    • Lihat hasil kalibrasi (error & uncertainty).
    • Bandingkan dengan toleransi pemakaian di industri → untuk tahu apakah alat masih layak digunakan.
    • Simpan sertifikat sebagai dokumen legal & bukti ketertelusuran.
  • Otorisasi: Tanda tangan dan nama teknisi yang melakukan kalibrasi dan manajer teknis yang menyetujui sertifikat. Ini menandakan tanggung jawab dan validitas sertifikat.

 

Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.

Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply