
Kalibrasi pressure gauge bertujuan mengembalikan akurasi alat ukur agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Namun, pekerjaan tidak berhenti setelah sertifikat kalibrasi diterbitkan. Cara penyimpanan yang salah setelah kalibrasi dapat membuat hasil kalibrasi sia-sia karena alat bisa mengalami drift, kerusakan mekanis, hingga kontaminasi.
Untuk menjaga keakuratan pressure gauge tetap stabil hingga digunakan kembali, diperlukan teknik penyimpanan yang tepat. Berikut panduan lengkapnya.
1. Simpan dalam Posisi yang Benar
Posisi penyimpanan sangat memengaruhi kondisi internal pressure gauge.
Rekomendasi:
- Simpan gauge dalam posisi tegak lurus (upright) seperti saat digunakan.
- Hindari menyimpan dalam posisi miring atau terbalik.
- Untuk gauge jenis bourdon tube, posisi yang salah bisa menyebabkan deformasi ringan pada elemen pengukur.
Jika memungkinkan, simpan dalam rak khusus atau stand penyangga agar tetap stabil.
2. Lindungi dari Getaran dan Benturan
Getaran dan benturan kecil sekalipun dapat memengaruhi mekanisme internal gauge.
Tips perlindungan:
- Gunakan box penyimpanan empuk (foam atau rubber insert).
- Jauhkan dari mesin yang menghasilkan getaran konstan seperti kompresor atau pompa industri.
- Jangan menumpuk gauge satu sama lain tanpa pelindung.
Bahkan getaran ringan yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan penyimpangan jarum (needle drift).
3. Jaga Suhu dan Kelembapan Ruangan
Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem berpotensi menyebabkan:
- korosi pada komponen logam,
- embun di dalam kaca gauge,
- perubahan sifat material.
Kondisi ideal:
- Suhu: 20–25°C
- Kelembapan relatif: 40–60% RH
Gunakan silica gel atau dehumidifier di dalam lemari penyimpanan untuk mengontrol kelembapan.
4. Pastikan Gauge Dalam Kondisi Tidak Bertekanan
Sebelum menyimpan, pastikan:
- Tekanan sudah 0 bar / 0 psi.
- Tidak ada sisa tekanan pada port (pressure inlet).
- Valve sudah dalam posisi tertutup.
Sisa tekanan bisa membuat elemen pengukur (bourdon tube atau diaphragm) tetap tertekan dan mengalami deformasi jangka panjang.
5. Tutup Port Tekanan dengan Seal Cap
Port (lubang masuk tekanan) adalah bagian paling rentan terhadap:
- debu,
- air,
- minyak,
- partikel kimia.
Gunakan:
- cap pelindung plastik atau karet,
- atau penutup drat khusus untuk inlet tekanan.
Langkah ini mencegah kontaminasi yang bisa mengganggu kinerja saat gauge digunakan kembali.
6. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung dan Bahan Kimia
Sinar UV langsung dan uap kimia seperti asam atau pelarut bisa mempercepat:
- penuaan material,
- perubahan warna skala,
- keretakan pada seal.
Simpan gauge di dalam:
- lemari tertutup,
- ruangan bersih,
- jauh dari bahan korosif atau reaktif.
7. Beri Label Status Kalibrasi
Setelah kalibrasi, pastikan gauge memiliki:
- label “CALIBRATED”,
- tanggal kalibrasi terakhir,
- tanggal jatuh tempo kalibrasi berikutnya.
Ini memudahkan pengawasan dan mencegah penggunaan alat yang sudah kedaluwarsa kalibrasinya.
8. Buat Sistem Jadwal Pemeriksaan Berkala
Meski disimpan dengan baik, tetap lakukan inspeksi visual berkala, seperti:
- pengecekan kondisi jarum,
- kejernihan kaca,
- tanda karat atau embun,
- keutuhan segel.
Pemeriksaan mini setiap 1–2 bulan sangat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini.
Penyimpanan yang tepat setelah kalibrasi sama pentingnya dengan proses kalibrasi itu sendiri. Tanpa penanganan yang benar, tekanan, suhu, kelembapan, dan lingkungan sekitar dapat membuat pressure gauge kehilangan akurasi dalam waktu singkat.
Dengan menerapkan teknik penyimpanan yang benar, Anda akan:
✅ Mempertahankan akurasi lebih lama
✅ Mengurangi biaya rekalibrasi dan perbaikan
✅ Meningkatkan keandalan alat ukur
✅ Menjamin kualitas proses industri
Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.
Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions









