,

Perbedaan Tekanan Absolute, Gauge & Differential pada pengukuran tekanan

Mengapa Pengukuran Tekanan Itu Penting

Dalam berbagai bidang industri — mulai dari manufaktur, otomotif, hingga kalibrasi alat — pengukuran tekanan merupakan parameter penting yang menentukan kualitas dan keamanan proses. Namun, banyak orang masih keliru membedakan jenis-jenis tekanan yang umum digunakan: tekanan absolut, gauge, dan diferensial.
Memahami perbedaan ketiganya sangat penting agar tidak terjadi kesalahan interpretasi hasil pengukuran atau kalibrasi alat.

1.  Tekanan Absolut (Absolute Pressure)

Tekanan absolut adalah tekanan yang diukur terhadap tekanan nol mutlak (vakum sempurna). Artinya, titik acuannya adalah kondisi di mana tidak ada molekul udara sama sekali.

Rumus: Tekanan Absolut = Tekanan Gauge + Tekanan Atmosfer

Contoh:
Jika tekanan udara di ruangan adalah 1 atm (101,325 Pa) dan alat menunjukkan tekanan gauge sebesar 2 bar, maka tekanan absolutnya adalah:

2 bar + 1,01325 bar = 3,01325 bar (absolut)

Ciri khas:

  • Digunakan pada sistem tertutup atau vakum.
  • Penting untuk aplikasi ilmiah dan perhitungan termodinamika.
  • Satuan yang sering digunakan: Pa abs, bar abs, atau psia (pounds per square inch absolute).

Contoh penggunaan:

  • Pengukuran tekanan dalam sistem vakum.
  • Pengujian ruang hampa udara.
  • Kalibrasi alat ukur tekanan di laboratorium.

2. Tekanan Gauge (Gauge Pressure)

Tekanan gauge adalah tekanan yang diukur relatif terhadap tekanan atmosfer. Ini berarti nilai nol pada alat ukur gauge menunjukkan tekanan yang sama dengan tekanan atmosfer.

Rumus: Tekanan Gauge = Tekanan Absolut – Tekanan Atmosfer

Ciri khas:

  • Umumnya digunakan pada alat pengukur tekanan (seperti manometer atau pressure gauge) yang kita jumpai sehari-hari.
  • Menunjukkan berapa besar tekanan lebih tinggi atau lebih rendah dibanding tekanan udara sekitar.
  • Satuan umum: Pa (gauge), bar(g), psi(g).

Contoh penggunaan:

  • Pompa ban mobil (menunjukkan tekanan di atas atmosfer).
  • Sistem hidrolik dan pneumatik.
  • Tabung gas bertekanan.

Catatan:
Jika tekanan di bawah tekanan atmosfer, maka nilai gauge bisa negatif. Ini disebut
vacuum gauge pressure.

3. Tekanan Diferensial (Differential Pressure)

Tekanan diferensial adalah selisih antara dua tekanan yang diukur pada dua titik berbeda dalam suatu sistem. Tekanan ini menunjukkan perbedaan tekanan antar sisi — bukan terhadap atmosfer atau vakum.

Rumus: Tekanan Diferensial = Tekanan A – Tekanan B

Ciri khas:

  • Sangat berguna dalam sistem yang memerlukan pengukuran selisih tekanan untuk mengontrol aliran fluida atau gas.
  • Satuan sama dengan tekanan lainnya, misalnya Pa, bar, atau psi.

Contoh penggunaan:

  • Mengukur perbedaan tekanan di filter udara atau cairan (untuk menentukan kapan filter perlu diganti).
  • Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning).
  • Pengukuran laju aliran fluida menggunakan orifice plate atau venturi tube.

Perbandingan Singkat

 

Jenis Tekanan Titik Acuan Contoh Aplikasi Satuan Umum
Absolut Vakum sempurna (0 Pa) Sistem vakum, laboratorium Pa abs, bar abs, psia
Gauge Tekanan atmosfer Pompa, tabung gas Pa, bar(g), psi(g)
Diferensial Dua titik dalam sistem Filter, pipa aliran, HVAC Pa, bar, psi

Menentukan jenis tekanan yang tepat sangat penting dalam desain, pengujian, dan kalibrasi alat.

  • Gunakan tekanan absolut untuk perhitungan ilmiah atau sistem vakum.
  • Gunakan tekanan gauge untuk aplikasi umum di mana perbandingan terhadap atmosfer diperlukan.
  • Gunakan tekanan diferensial saat perlu mengetahui perbedaan tekanan antara dua titik dalam sistem.

Dengan memahami perbedaan ketiganya, Anda dapat memastikan pengukuran yang lebih akurat, konsisten, dan sesuai dengan standar kalibrasi.

Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.
Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply