Cara Menggunakan Mikropipet

Mikropipet adalah alat penting dalam laboratorium biologi, bioteknologi, farmasi, dan medis. Kesalahan kecil dalam penggunaannya dapat menyebabkan kontaminasi, volume tidak akurat, hingga kegagalan eksperimen. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan mikropipet dengan benar adalah keterampilan wajib setiap praktikan dan teknisi laboratorium. Artikel ini memberikan panduan lengkap, mulai dari pemilihan tips hingga teknik pipet yang benar.
1. Kenali Bagian-Bagian Mikropipet
Sebelum digunakan, pahami komponen utama mikropipet:
- Plunger → tombol penekan untuk mengambil & mengeluarkan cairan
- Volume adjuster → pengatur volume
- Digital display → menunjukkan jumlah volume
- Ejector button → melepaskan tips setelah digunakan
- Shaft / nozzle → tempat memasang tips
- Tips → ujung pipet sekali pakai
Memahami tiap bagian memudahkan penggunaan yang tepat dan mencegah kerusakan.
2. Pilih Tips yang Sesuai
Gunakan tips yang sesuai dengan tipe mikropipet, misalnya:
| Mikropipet | Volume | Warna Tips |
| P10 | 0,5–10 µL | Tips kecil (biasanya bening) |
| P20 | 2–20 µL | Kuning |
| P200 | 20–200 µL | Kuning |
| P1000 | 100–1000 µL | Biru |
Kesalahan memilih tips dapat menyebabkan:
- volume tidak presisi
- tips tidak terpasang sempurna
- kebocoran cairan
3. Cara Mengatur Volume Mikropipet
- Putar volume adjuster (dial) hingga mencapai angka yang diinginkan. Pastikan:
- Angka tidak melebihi batas maksimum (dapat merusak mikropipet)
- Angka jelas terbaca di display
Contoh: Pada P200, maksimal hanya sampai 200 µL — jangan memaksakan 250 µL.
4. Teknik Dasar Mengambil Cairan (Aspirasi)
Ikuti langkah berikut agar hasil pengukuran akurat:
Langkah 1 — Tekan plunger hingga titik pertama (first stop), Ini adalah batas untuk mengambil volume.
Langkah 2 — Masukkan tips ke cairan ±2–3 mm, Jangan terlalu dalam agar tidak ada cairan naik ke badan pipet.
Langkah 3 — Lepaskan plunger perlahan, Jika dilepas cepat, gelembung udara dapat ikut masuk → volume menjadi tidak akurat.
Langkah 4 — Tahan mikropipet secara vertikal, Sudut yang miring dapat membuat volume tidak tepat.
5. Teknik Mengeluarkan Cairan (Dispensing)
Lakukan tahapan berikut:
Langkah 1 — Tempelkan tips ke dinding tabung pada sudut 45°, memberikan aliran stabil saat mengeluarkan cairan.
Langkah 2 — Tekan plunger hingga titik pertama, mengeluarkan volume sesuai pengaturan.
Langkah 3 — Tekan hingga titik kedua (second stop), untuk memastikan semua cairan dalam tips keluar.
Langkah 4 — Lepaskan plunger dan tarik mikropipet, jangan menahan plunger dalam posisi tertekan saat keluar dari tabung.
6. Gunakan Teknik Pre-Rinsing untuk Cairan Viskositas Tinggi
Untuk cairan kental atau yang mudah menempel (gliserol, DNA buffer):
- Ambil cairan
- Buang
- Ambil kembali sesuai volume
Pre-rinsing membuat permukaan dalam tips terbasahi, sehingga volume lebih akurat.
7. Hindari Kesalahan Umum Berikut
❌ Menekan plunger langsung ke titik kedua saat mengambil cairan karena akan menghasilkan volume berlebih.
❌ Memiringkan mikropipet saat aspirasi karena volume menjadi tidak presisi.
❌ Menyentuhkan tips ke dasar tabung karena dapat merusak tips dan memengaruhi volume.
❌ Mengambil cairan terlalu cepat karena dapat menghasilkan gelembung udara.
❌ Menggunakan tips berulang dapat menyebabkan risiko kontaminasi sangat tinggi.
8. Jaga Mikropipet Tetap Bersih dan Steril
Untuk menjaga keakuratan:
- Buang tips setelah selesai
- Bersihkan nozzle dengan alkohol 70%
- Hindari cairan masuk ke dalam badan mikropipet
- Kalibrasi secara berkala (3–6 bulan sekali)
Kontaminasi pada mikropipet sering menyebabkan hasil percobaan tidak valid.
9. Tips Profesional untuk Akurasi Maksimal
✔ Gunakan volume yang berada di tengah rentang mikropipet (range ideal)
✔ Pastikan semua bahan berada dalam suhu ruang
✔ Gunakan tips berkualitas baik
✔ Tahan plunger sedikit saat menarik mikropipet dari cairan
✔ Istirahatkan tangan jika pipetting banyak agar tidak pegal (ergonomis)
Menggunakan mikropipet dengan benar adalah kunci menghasilkan data yang konsisten dan akurat di laboratorium. Dengan mengikuti langkah-langkah dasar, memilih tips yang sesuai, serta menghindari kesalahan umum, proses pipetting dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Mikropipet membutuhkan perawatan, kebersihan, dan kalibrasi berkala agar tetap memberikan hasil yang presisi. Penguasaan teknik ini akan meningkatkan kualitas pekerjaan laboratorium secara keseluruhan.
Silahkan menghubungi kami untuk segala kebutuhan laboratorium anda.
Delima Scientific (https://linktr.ee/delimascientific)
Your Trusted Partner For Laboratory Solutions

Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!